Majalah Coating & Maintenance

INFO ASOSIASI

SEMINAR FIREPROOFING Dengan Tema ”Fireproofing in Action, Regulation, Design, Material Selection, Application Method and Inspection point” Hotel Bumikarsa, 11 Maret 2010.

Fireproofing digunakan untuk melindungi struktur yang umumnya terbuat dari baja dari masalah korosi dan panas akibat adanya kebakaran. Karena fungsi material ini melindungi struktur maka material ini juga termasuk kedalam kelompok “Coating”.

Untuk melindungi konstruksi dari masalah kebakaran (Panas akibat adanya kebakaran) dapat dilakukan dengan dua cara yaitu Active dan Passif Fireproofing, aplikasi material firefroofing termasuk Passif Fireproofing.

Material fireproofing dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu Organic (epoxy base) dan Inorganic (cement base). Prinsip material ini melindungi konstruksi adalah memperlambat panas sampai ke konstruksi, sehingga ada waktu bagi mereka yang sedang berada didekat bangunan yang sedang mengalami kebakaran untuk lari atau menyelamatkan diri .

Untuk lebih memahami fireproofing ini, Asosiasi Coating Indonesia mengajak Industri terkait seperti produsen material, produsen alat untuk aplikasi, industri pengguna dan para aplikator, mengadakan seminar/workshop. Ajakan untuk mengadakan seminar tersebut disambut baik, terutama rekan-rekan anggota Asosiasi Coating Indonesia. Seminar/workshop tersebut telah diadakan pada pada tanggal 11 Maret 2010 di hotel Bumikarsa Jakarta.

Sponshorship & Nara Sumber
Acara seminar/workshop ini berjalan dengan baik berkat dukungan sponsor utama yaitu; International Paint dari sisi material dan WIWA dari sisi peralatan aplikasi. Sebagai nara sumber adalah : Bpk.Jhon dari International Paint, Bpk.Murpy dan Herbert dari WIWA dan Bpk.Agus dari PU.

Peserta &Acara Seminar
Peserta yang hadir dalam seminar tersebut adalah sekitar 100 peserta dan ini sesuai dengan target panitia pelaksana. Para peserta datang dari berbagai instansi yang berkepentingan dengan material fireproofing. Acara dalam seminar dibagi dalam 4 sesi, tiga sesi digunakan untuk presentasi para nara sumber dan sesi ke empat adalah diskusi panel. Sebelum acara dimulai, bapak Ir.Sjafei Amri, sebagai wakil ketua Asosiasi Coating Indonesia memberikan kata sambutan dan sekaligus meresmikan acara Seminar ini.

Setelah pembukaan Mr. Jhon Yeoh dari International Paint, memberikan pencerahan perihal material Fireproofing. Mr.Jhon, menjelaskan dengan baik dan audience merasa tercerahkan dengan adanya penjelasan yang diberikan oleh Mr.Jhon. Beliau tidak hanya menjelaskan material fireproofing, tetapi juga menjelaskan mekanisme material fireproofing dapat berfungsi sebagai penghambat lajunya panas akibat kebakaran ke struktur. Disamping itu Mr.Jhon juga menjelaskan beberapa parameter yang harus diperhatikan agar material tersebut dapat berfungsi dengan baik sebagai Fireproofing.

Sesi teknis yang ke dua adalah mengenai equipment yang dapat digunakan untuk mengaplikasikan material fireproofing ke struktur. Material ini (Intumescent) terdiri dari dua komponen dan umumnya 100 % solid. Oleh karena itu aplikasi untuk permukaan yang luas umumnya menggunakan airlesspump. Untuk itu nara sumber yang akan memberikan pencerahan mengenai aplikasi fireproofing dengan airless pump adalah WIWA, teknologi dari German. Sebagai nara sumber adalah Mr.Murphy Mahaffey dan Mr. Herbert Mann. Bapak berdua ini sengaja datang dari German untuk memberikan pencerahan perihal penggunaan airless untuk aplikasi fireproofing material. Gambar diatas adalah foto para nara sumber, paling kiri adalah Mr.Murpy, Mr. Herbert Mann dari WIWA dan palingk kanan adalah Mr.Jhon dari International Paint.

Sebagai nara sumber pada sesi teknis yang ke tiga adalah Bpk.Ir Agus Sarwono dari Kepala Balai Sains Bangunan PUSLITBANG PU. Bapak Agus menjelaskan Suber penyebab utama kebakaran di Indonesia (Puntung rokok dan selanjutnya adalah hubungan pendek), aplikasi fireproofing dilingkungan PU dan beberapa Undang-Undang (UU) dan peraturan daerah (Perda) yang mewajibkan penggunan fireproofing dilingkungan PU. Beliau juga memperkenalkan fasilitas laboratorium uji yang berkaitan dengan fireproofing yang ada dilingkungan PUSLITBANG PU. Sesi teknis terakhir adalah diskusi panel. Pada acara ini semua nara sumber diundang kedepan dan masih diberikan kesempatan untuk memberikan beberapa penjelasan apabila dirasakan perlu. Kemudian para peserta dapat mengajukan pertanyaan, komentar dan pendapat perihal apa yang telah disampaikan oleh para nara sumber. Pada sesi ini, suasana sangat hangat karena banyaknya pertanyaan dari peserta dan semua pertanyaan dapat dijelaskan dengan baik oleh nara sumber.

              • Dilaporkan oleh,
              • P'Jungen Tarigan
              • Ketua Panitia

Seminar & Panel Diskusi “ Peran Serta Laboratorium Uji Dalam Aplikasi Coating di Industri ” 2 February, Conference Room MSS PT.Chevron Duri,Riau, Main Sponsor is: PT. Multi Prima Coating.

Pada awal Februari yang lalu Asosiasi Coating Indonesia (ASCOATINDO) mengadakan Seminar& Panel Diskusi “ Peran Serta Laboratorium Uji Dalam Aplikasi Coating di Industri” dan sebagai nara sumber pada kesempatan ini adalah Bpk.Sunjono Peneliti Senior di Laboratorim Korosi LIPI, PUSPIPTEK Serpong. Acara ini dapat berlangsung berkat dukungan dari PT.Multi Prima Coating (Sebagai Sponsor) dan sebagai tuan rumah adalah PT.Chevron.

Acara ini dapat dikatkan sukses, karena dihadiri oleh para peraktisi dibidang coating, mulai dari industri coating, aplikator dan project owner. Dinamika seminar cukup tinggi, hal ini terlihat dari banyaknya banyaknya pertanyaan dan komentar yang disampaikan dari para peserta seminar.Seminar dihadiri oleh sekitar 50 peserta dan ini sudah melampaui kapasitas meeting room.

Pada kesempatan ini juga kami dari Asosiasi Coating Indonesia mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas partisipasi para simpatisan ASCOATINDO, sehingga acara ini dapat berlangsung. Bpk.Sunjono, menjelasakan bahwa Laboratorium, belum digunakan secara optimal oleh industri di Indonesia, baik oleh industri pembuat material coating maupun industri pengguna coating. Disamping itu peralatan yang apun sudah tidak memadai lagi, perlu peremajaan dan penambahan fasilitas, demikian juga masalah standard yang akan digunakan.

Kedepan perlu diadakan kordinasi yang baik antara Industri pengguna, Laboratorim dan Industri Material Coating, sehingga kita dapat memaksimalkan sumber-sumber yang ada, terutama dalam rangka mengantisipasi implementasi beberapa regulasi yang dikeluarkan oleh IMO(International Maritime Organization). Misalnya implementasi IMO MSC 215 PSPC dan Tin free anti fouling.

Untuk itu diharapkan Asosiasi Coating Indonesia dapat meningkatkan perannya. Bpk.Sunjono juga memaparkan, pekerjaan-pekerjaan yang pernah dilakukan di Lab.Korosi LIPI, yang bertujuan mensupport industri di bidang coating. Pada bagian kedua, Bpk.Ir.Harryawan juga mempersentasikan pengalaman beliau melakukan Pre Qualification Test, yang berkaitan dengan penggunaan coating.

 

Redaksi

 

Corrosion Care Indonesia Specialist on Corrosion & Coating Trainings, Corrosion & Coating Consultant.Training Service of Training Blasting & Coating Operator, Training Coating Inspector, Training Coating Supervisor,Training Coating Engineer,Training Coating Auditor. CCI Training

Kualifikasi & Uraian Kerja Daftar Anggota Baru Perpanjang KeanggotaanFormulir Kontribusi Formulir Sponsorship Artikel Info Asosiasi

Home | Tentang | Keanggotaan | Komite | Events | LSPCI | Kontak | Training Info

Copyright © 2009 ASCOATINDO

Home Tentang Keanggotaan Komite Events LSPCI Kontak